Suatu hari di negeri para dewa, lelaki merah maroon berkata kepada kepada perempuan berkulit kopi, bernama kupu-kupu; " Butterfly, I am sure you are my soul mate! Do you know how much I love you? I don't even know how much since I love you so much that its beyond my comprehension. you take me to another world.I was thinking is this heaven? I want you know one thing, Butterfly, and its very important to me to say to you. Listen, I love you very very very much, and my love to you is growing larger in every second of my life. Through you I found pure love. Love that I perceived myth but I tested nectar of love that flowed from your heart. I take this love with me wherever I go in this life".
Ketika lelaki merah maroon harus melanjutkan perjalanan ke negeri opium, perempuan berkulit kopi berkata kepadanya; " Today is my funeral day since all the windows are closed and there is no exit how to find you, talk to you and tested nectar of love from your heart". Then Love says to her, " if its your funeral then might as well I'm dying too with you. Remember I'm you, you are me and we are love and One. Do you want two funeral...? ".
Pernahkah kau dalam kehidupan sebenarnya, merasakan, mendapatkan dan memberikan cinta kepada seseorang, yang energi cinta itu sanggup menghidupkan seluruh molekul tubuhmu, dan mengisi setiap lobang pori-pori dengan gairah yang mendebarkan. cinta dan jatuh cinta adalah peristiwa manusia. aku sungguh berharap bahwa engkau, siapapun engkau, setidaknya sekali dalam hidupmu mendapatkan kesempatan untuk merasainya dan berselancar dalam debarannya. Tidak ada yang lebih manusiawi selain peristiwa jatuh cinta.
.........................................
break dulu ah :)
Sunday, July 6, 2008
Soul Mate
Posted by
Luluk Nur Hamidah
at
2:18 PM
0
comments
Labels: moonlight
Saturday, July 5, 2008
Shall we dance now?
Where are you right now Bee?
Saat paling menyenangkan ketika bangun tidur, tubuh masih terbenam di ranjang, membuka jendela, melihat langit dan mengucapkan selamat pagi untukmu, dan mengirim secangkir kecupan di bibir pemantramu.Tapi pagi ini kerongkong menjadi kering, tak kutemukan satu katapun untuk melakukan ritual yang mendebarkan, tak juga kutemukan cangkir penghantar kecupan, kecuali menyebut namamu, " Cahaya".
Langit tiba-tiba menjadi sekedar kain mori pucat, tak ada kau, tak ada aku, tak ada kita.
Tubuh masih membenam di ranjang, ketika darah kembali mengalir hangat ke sekujur jantung. meski tampak sedikit sayu, tapi kau menyentuh rambutku.
Bee, are you missing butterfly?
aku tahu kau menyapaku pagi ini dan mengirimkan cahaya lembut dari negeri beraroma mesiu.
" Leonard Cohen", " Dance me to the end of love", Between the bars ..."
Kau bilang, " shall we dance now little butterfly...."
Langit tiba-tiba menjadi sekedar kain mori pucat, tak ada kau, tak ada aku, tak ada kita.
Tubuh masih membenam di ranjang, ketika darah kembali mengalir hangat ke sekujur jantung. meski tampak sedikit sayu, tapi kau menyentuh rambutku.
Bee, are you missing butterfly?
aku tahu kau menyapaku pagi ini dan mengirimkan cahaya lembut dari negeri beraroma mesiu.
" Leonard Cohen", " Dance me to the end of love", Between the bars ..."
Kau bilang, " shall we dance now little butterfly...."
Posted by
Luluk Nur Hamidah
at
4:50 PM
0
comments
Labels: moonlight
Subscribe to:
Posts (Atom)
